Minggu, 16 Desember 2012

Hallo readers.. long time no see

lama tidak muncul yaa, saya lagi banyak masalah dengan lingkungan sekitar yang mulai saya tidak mengerti alurnya. saya mau cerita sedikit tentang keluarga saya yang yaaahh.. sulit,rumit dan susah dijelaskan keadaannya. kadang harmonis, kadang cuek-cuekan satu sama lain, dan yang ini bukan kadang lagi tapi terlalu sering, pertengkaran. pertengkaran yang membuat saya begini sekarang, kacau, merasa diabaikan, suram! pertengkaran itu sering terjadi karena saya, selalu karena saya. saya juga tidak mau hal itu terjadi tapi saya muak mendengar riuhnya suara bertengkar dan bertengkar. katanya keluarga itu orang-orang yang dipilih Tuhan untuk membuat kita bersinar ditengah hiruk pikuknya masyarakat kita yang (belum bisa) menghargai perbedaan. tapi kenapa yang terjadi di keluarga saya malah sebaliknya? mereka orang-orang yang dipilih Tuhan untuk membuat saya terpuruk ditengah masyarakat, selalu membeda-bedakan saya dengan anak yang lain layaknya saya ini tidak bisa berbuat apa-apa. katanya IBU itu.. ah saya juga bingung menjelaskan tentang seperti apa ibu itu. banyak yang bilang dikeadaan apapun kita yang memberi senyum ikhlasnya cumaaaa ibu, tapi yang saya dapatkan jauh berbeda dia, ya ibu saya.. apapun yang saya lakukan APAPUN selalu salah, melarang saya ini dan itu. C'mon bitch, I'm 17th years old now. I'm not a kid anymore, you treat me like robot!!!melarang saya bergaul dengan teman yang saya inginkan, hanya yang dia inginkan dan selalu dia yang ingin didengar. saya capek skali dengan ini semuaa, rasanya ingin menghilang saja dari dunia yang indah tapi tidak membuat hidupku indah, terkadang saya memang terus menerus berpikir seperti itu, tapi saya teringat kepada satu orang yang amat sangat saya sayangi, iya AYAH:) dia selalu ada dalam suka maupun duka. Dia paling mengerti suasana hati saya, saat saya lagi marah, senang, unmood. dia paling mengerti. katanya surga ada ditelapak kaki ibu, itu SALAH!!! surga seharusnya ada juga di telapak kaki seorang ayah. Ayah saya orangnya penuh kesabaran, paling bisa menyembunyikan perasaannya, selalu tersenyum disaat hatinya terluka, capek dengan pekerjaan diluar, mencari nafkah buat kebahagiaan keluarganya, capek dengan masalahnya sendiri, belum lagi masalahnya dengan ibu yang makin hari makin menumpuk saja. tapi saya selalu tau perasaannya ketika dia sangat capek, marah, unmoody. saya memang tidak pernah menunjukkan bahwa saya selalu mengerti tentang hatinya, memberinya ucapan "sabar" , menyemangatinya tapi saya selalu berdoa untuknya, yang terbaik untuknyaa tak banyak yang tau memang saya selalu menangis sendiri di kamar, tangisan kasihan untuk ayah saya, tangisan kejengkelan untuk ibu saya. seandainya kita bisa memilih keluarga yang kita inginkan, tapi sayang sekali semua telah di atur oleh Tuhan. iya Tuhan telah merencanakan dengan semestinya di atas sana, saya bersyukur masih punya keluarga sangat bersyukur. Terima Kasih Tuhan atas Keluarga yang Kau pilihkan untukku :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar